16
Jul
10

Kesenian Betawi

Mengenal Seni Budaya Betawi*

Oleh: Tri Ilma Septiana

Sebagai ibu kota Negara Indonesia Jakarta menjadi muara pendatang baru dari seluruh penjuru Nusantara dan Dunia. Meskipun begitu, etnik Betawi dipercaya sebagai penduduk yang paling awal mendiami kawasan yang dahulu disebut Batavia. Tidak lama berselang, Jakarta kemudian dihuni oleh orang Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Melayu, dan dari daerah luar Nusantara seperti etnis Cina, Belanda, Arab, dan Portugis. Suku dan etnis ini membawa serta adat-istiadat dan tradisi budaya mereka yang kemudian berasimilasi dengan identitas budaya dan kesenian setempat.

Adapun Bahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi antar-penduduk sehari-hari adalah bahasa Melayu.

Penduduk Betawi sejak awal sudah sangat heterogen. Kesenian Betawi lahir dari perpaduan berbagai unsur etnis dan suku bangsa yang ada di Betawi. Contohnya; seni music Betawi tidak terhindar dari proses perpaduan Eropa, Tionghoa, Arab, Melayu, Sunda, dan lain-lain. Dalam tulisan ini, penulis mengajak pembaca untuk mengenal seni musik, seni taria, seni pertunjukan, dan ritual yang biasa dilakukan oleh masyarakat Betawi pada umumnya.

  1. 1. Seni Musik

Pada umumnya seni musik masyarakat Betawi tidak terlepas dari  pengaruh  besar dari budaya luar Indonesia, contohnya Orkes Gambus yang kental dengan budaya Arab atau Keroncong Tugu yang dipercaya merupakan sebuah kesenian yang berasal dari portugis. Pada kesempatan kali ini penulis mengajak pembaca untuk mengenal beberapa seni musik betawi seperti Gambang Kromong, Keroncong Tugu, dan  Orkes Gambus.

  1. Gambang Kromong

Nama gambang kromong diambil dari nama alat music yaitu gambang dan kromong. Dipercaya bahwa kesenian ini merupakan asimilasi dari unsure budaya pribumi dengan cina. Unsur Cina terlihat pada instrument seperti tehyan, kongahyan, dan sukong. Sementara, unsur pribumi tercermin dari kehadiran beberapa instrument seperti gendang, kempul, gong, kecrek, dan ningnong. Pada abad ke-19 kesenian gambang kromong masih membawakan beberapa lagu berbahasa Cina, antara lain Ma Tsu Thay, Kong Jie Lok, Phe Pan Tauw, dan Phe Boo Tan. Namun pada dasawarsa pertama abad ke-20 lagu-lagu gamabang kromong baru dinyanyikan dalam bahasa Betawi. Seperti Cente Manis, Kramat Karem, Sirih Kuning, dan Jali-jali Kembang Siantan.

Seniman musik pop pun bias mempopulerkan lagu-lagu gambang kromong, sebut saja Benyamin. S, Ida Royani, Lilis Suryani samapi dengan Herlina Effendi merupaka artis-artis ibu kota yang sering membawakan lagu yang diiringi gambang kromong. Sementara tokoh gambang kromong yang pernah dan masih dikenal sampai saat ini adalah Liem Lian Pho (pemimpin “Selendang Delima”), Samad Modo (Pemimpian “Garuda Putih”), dan Suryahanda (pemimpin “Naga Mustika”).

  1. Keroncong Tugu

Keroncong Tugu dahulu sering disebut Cafrinho Tugu. Orang keturunan Portugis (Mestizo) telah memainkan ini sejak 1661. Pengaruh Portugis dapat dilihat dari jenis irama lagunya, misalnya Moresko, Frounga, Kafrinyo, dan Nina Bobo. Keroncong tugu sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan keroncong lainnya, yang membadakan hanya iramanya saja yang lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh suara ukulele yang memainkannya dipetik seluruh senarnya. Sementara, biasanya keroncong solo atau Yogya cenedrung lebih lambat.

Keroncong tugu pada mulanya dimaninkan oleh 3 atau 4 orang. Alat musiknya hanya 3 buah gitar, yaitu gitar frounga yang berukuran besar dengan 4 dawai, gitar monica berukuran sedang yang memilki 4 dawai, dan gitar jitera yang berukuran kecil dengan 5 dawai. Sekarang ini alat musik keroncong tugu ditambah dengan suling, biola, rebana, mandolin, cello, kempul, dan triangle.

  1. Orkes Gambus

Orkes Gambus dahulu dikenal dengan sebutan irama “Padang Pasir”. Pada tahun 1940an orkes gambus menjadi tontonan yang disenagi oleh masyarakat Betawi terutama apabila ada acara pesta pernikahan ataupun khitanan. Menurut Munif, ketika ditemui oleh penulis di kediamannya daerah Rawa Kuning, Jakarta. Meneceritakan bahwa Orkes gambus sudah ada di Jakarta sejak awal abad ke-19. Saat itu sudah banyak imigran dari Hadramaut (Yaman Selatan) dan Gujarat yang dating ke Jakarta untuk berdakwah sambil berniaga.

Peralatan Musik Gambus sangat bervariasi, tapi biasanya pada setiap pementasan terdiri dari gambus, biola, dumbuk, suling, organ, atau akordion, dan marawis. Lagu-lagu yang sering dibawakan antara lain Lisaani Bihamdillah, Yaamalaakal Hub, Solla Rabbuna, Asyraqal Badrui, dan Syarah Dala. Sekarang ini gambus sangat berkembang menjadi sarana hiburan yang ditunggu masyarakat Betawi. Gambus juga bias digunakan untuk mengiringi tarian japin yang biasa ditarikan oleh laki-laki berpasangan. Tokoh musik gambus yang terkenal adalah Husnu Maad, K.H Zainal Abidin Alhadad, dan Zein Alhadad. Sementara, Group terkenal saat ini adalah Arrominah pimpinan H.Hendy Supandi.

  1. 2. Seni Tari

Bentuk-bentuk tari lama yang ada di Betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari Sunda. Terutama pada tari-tarian yang biasa dibawakan dalam pertunjukan Topeng Betawi, Tari Blenggo, dan Tari Uncul yang biasa diselipkan dalam pertunjukkan Ujungan Betawi. Di kalangan masyarakat Betawi Santri kegiatan menari yang dilakukan perempuan kurang dikehendaki. Karena itu tari Japin, Samrah, dan Blenggo dilakukan oleh kaum laki-laki. Sementara, dikalangan masyarakat Betawi Abangan tarian dengan penari perempuan merupakan kegiatan yang lazim. Berikut ini beberapa tarian yang masih sering ditampilkan di beberapa pergelaran atau acara pesta.

  1. Tari Japin

Japin adalah tari pergaulan yang terdapat di Sumatera Utara, Riau daratan, dan Kalimantan Selatan. Tari japin yang berkembang di Betawi biasanya diiringi oleh music gambus yang ditambah dengan tiga buah alat music “marawis” yaitu tiga buah gendang kecil bertutup dua. Sebagai tari pergaulan japin dilakukan semata-mata untuk kesenangan pelakunya (kelangenan). Pendukung utama japin adalah masyarakat Betawi keturunan Arab. Tetapi santri-santri di beberapa pesantern juga kerap melakukannya diiringi oleh rebana dan ketrimping sebagai hiburan pengisi waktu luang.

Japin biasanya dilakukan oleh laki-laki berpasangan tanpa pola gerak tertentu, gerak-gerak yang dominan berbentuk langka-langkah dan lenggak-lenggok berirama. Pada pesta-pesta pernikan yang diiringi music gambus, ketika malam telah larut sama sekali, biasanya dilakukan tari japin.

  1. Tari Topeng

Sebagai tarian rakyat, tari topeng memilki pola gerak tertentu dari awal sampai akhir. Akan tetapi, disana-sini terdapat variasi gerakan yang sangat tergantung pada improvisasi penari yang bersangkutan. Menurut sejumlah tokoh tari Betawi, secara teknis ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh calon penari topeng Betawi agar tarwujud kesatuan gerak tubuh yang estetis dan harmonis, yaitu gandes (luwes), ajar (ceria), dan lincah tanpa ada beban waktu sewaktu menari.

Dalam perkembangannya kini kita kenal berbagai variasi tari topeng Betawi, seperti Lipet Gendes, Topeng Tunggal, Enjot-enjotan, Topeng Cantik, dan Topeng Putri. Tari topeng Betawi biasa dimainkan sebagai pengawal pertunjukan topeng Betawi, meski ia bias juga main sendirian. Tarian itu adalah tari kembang topeng, tari topeng tunggal, atau tari topeng kedok, dan tari topeng ronggeng.

Pakaian penari topeng Betawi atau ronggeng topeng terdiri dari kembang (hiasan kepala terbuat dari kain perca) berbentuk tekes, toka-toka (dua lembar kain hias penutup dada dan punggung), ampok, atau ampeng (penutup perut), baju kebaya berlengan pendek, kain batik panjang, selendang, dan andong.

  1. 3. Seni Pertunjukkan

Budaya Betawi dikenal sangat kaya dan beragam, selain memiliki seni tari dan seni music masyarakat betawi juga memilki seni pertunjukkan yang biasa digelar di acara-acara tertentu sperti HUT DKI Jakarta setiap tanggal 22 Juni atau acara besar lainya. Seni pertunjukka betawi lebih mengarah kepada teater. Teater tradisional Betawi merupakan pertunjukkan yang membawakan lakon atau cerita, baik dengan atau tanpa tutur kata. Sementara teater dengantutur kata bias dibedakan antara teater atau lakon yang ceritanya ditutur oleh  penutur, seperti sahibul hikayat, dan Teater yang ceritanya dimainkan oleh sejumlah pemain atau boneka, seperti wayang dan lenong. Pada kesempata ini penulis akan mengajak pembaca untuk mengenal tentang seni teater khas betawi yaitu lenong dan ubrug.

  1. Lenong

Lenong merupakan salah satu bentuk teater peran di Betawi yang mulai berkembang di akhir abad ke-19. Sebelumnya masyarakat Betawi mengenal komedi stambul dan teater bangsawan. Komedi stambul dan teater bangsawan dimainkan oleh bermacam suku bangsa dengan menggunakan bahasa melayu. Orang Betawi meniru pertunjukkan itu. Hasil pertunjukan itu kemudian disebut lenong.

Musik pengiring Lenong adalah gambang kromong, yang memperlihatkan pengaruh luar yang dikembangkan oleh masyarakat Cina peranakan. Terutama dengan adanya instrument rebab berdawai dua yang terdiri dari tiga jenis; tehyan, kongahyan, dan sukong.

Pertunjukan lenong dibagi atas tiga bagian, sebagai pembukaan dimainkan lagu-lagu berirama Mars secara instrumental untuk mengundang penonton dating. Setelah itu dimainkan lagu-lagu hiburan yang terbagi kedalam dua jenis: Lagu dalem dan lagu sayur. Terakhir, lakon. Pada awal perkembangannya lenong memainkan cerita-cerita kerajaan, baru kemudian memainkan cerita-cerita kehidupan sehari-hari.

  1. Ubrug

Ubrug adalah jenis teater Betawi yang sudah punah. Tokoh yang paling terkenal adalah Mak Kinang. Di era 1920an. Dia berpindah profesi dari topeng ubrug menjadi ronggeng topeng.Ubrug Betawi dipercaya mendapat pengaruh dari Ubrug Banten. Disamping bahasa yang berbeda, dalam ubrug Betawi ditampilkan pertunjukkan sulap. Biasanya cerita yang ditampilkan dalam pementasan ubrug bersifat banyolan.

Disamp[ing untuk hiburan hajatan, ubrug juga biasa ngamen. Mereka biasa ngamen di pasar dan halaman stasiun. Dalam mengumpulkan penonton, rombongan  ubrug (terompetr, rebana biang, gendang, dan kulanter), tidak henti dimainkan. Suara music ini akan menarik perhatian penonton untuk dating dan memberikan uang saweran. Perkumpulan ubrug yang pernah terkenal pada era 1920an adalah ubrug yang dipimpin Kadul dari Gudang Air, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

  1. 4. Ritual Masyarakat

Masyarakat Indonesia dikenal memiliki banyak ritual, tak terkecuali masyrakat Betawi, ritual ini merupak suatu kebiasaan turun-menurun yang diajarkan oleh orang tua dahulu dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Ritual hidup orang Betawi penuh upacar, terbentang dari lahir hingga masuk ke liang lahat. Masing-masing upacara memiliki tujuan dan symbol tersendiri. Berikut ini beberapa dari upacara ritual hidup masyarakat Betawi.

  1. Akekah

Akekah atau biasa masyarakat Betawi menyebut Akeke adalah upacara selamatn pemberian nama dan mencukur rambut bayi. Pada upacara itu dipotong kambing sesuai dengan jenis kelamin si bayi. Apabila laki-laki dipotong kambing sebanyak 2 ekor untuk perempuan cukup 1 ekor. Ketika acara akekah rambut si bayi dipoitong sambil di doa-doakan oleh masyarakat yang hadir dalam upacara akekah. Selanjutnya, rambut yang tadi dicukur dikumpulkan kemudian ditimbang yang selanjutnya untuk dibelikan emas sesuai dengan rambut bayi yang dicukur untuk disumbankan kepada anak yatim-piatu. Akekah juga dimeriahkan dengan pembacaan mauled Al-Barjanzi dan pembagian berekat (Besek) untuk para hadirin.

  1. Sunatan

Sunatan bagi masyarakat Betawi adalah upacara memotong kulit ujung penis bagi anak laki-laki sesuai dengan ajaran agama Islam.  Biasanya sebelum hari H si anak mulai diarak keliling kampong dengan menggunakan delman. Tujuannya adalah untuk member kegembiraan serta semangat kepada si anak.

Perlengkapan dan pendukung acara ini antara lain; 1. Pakaian pengantin sunat, 2. Pembacaan shalawat dustur, 3. Grup rebana ketimpring sebagai pengarak dan pembaca shalawat badar, 4. Kuda hias, dan 5. Grup ondel-o


0 Responses to “Kesenian Betawi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: